Share

Kenangan

"Huh, huh, huh ...." Kujambak kuat rambut lelaki di samping sembari mencoba mengatur napas saat kursi roda membawaku menuju ruang bersalin di sebuah klinik praktik mandiri salah seorang Bidan setempat, karena aku sudah tak mampu berdiri. Ini adalah kali kedua aku melahirkan didampingi oleh Roy.

Tak semengenaskan persalinan pertama, untuk anak kedua ini kontraksi terjadi saat aku tengah menjemur baju dan Roy sedang bersiap pergi ke ladang.

"Mas suami Mbaknya?" tanya seorang asisten bidan begitu melihat Roy membantuku naik ke brankar.

"Bu-akh!" Buru-buru kusikut lengannya di tengah rasa mulas yang mulai menjadi. "Ah, iya, Mbak." Akhirnya dia terpaksa berbohong setelah kuberi sedikit ancaman.

"Kalau begitu Masnya bisa menemani selama proses persalinan."

"Ta-akh!" Sekali lagi aku menyikut perutnya saat Roy hendak menyangkal. "Ba-Baik, Mbak."

Tak lama Bu Bidan masuk ke ruangan dan langsung mengecek pembukaan. Setelah dirasa sudah waktunya beliau mulai memberi interuksi untuk mengenjan.

Di
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Isnia Tun
Akhirnya yang di tunggu² up juga...mksh thor...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status