Share

Bab 2

" Litaa... ayo cepat, ayah sudah menunggu" teriak bunda dari dapur. Merasa tak ada jawaban, bunda pun menyusul lita ke kamarnya.

"MasyaAllah sayang, kamu cantik sekali" bunda kagum melihat anak gadisnya mengenakan gamis dan hijab yang kemarin mereka beli dipasar. Karena sebelumnya ,lita tidak pernah memakai gamis. Terlihat sangat anggun lita dengan balutan busana muslimnya.

" Ah bunda, jadi malu lita " jawabnya yang sedari tadi tak mengalihkan pandangannya didepan cermin.

" Ayok sayang , ayah sudah menunggu, kita sarapan dulu " ajak bunda yang langsung diikuti lita yang mengekor dibelakang.

Sesampai dimeja makan ,Lita langsung disambut oleh teriakan sang adik.

"MasyaAllah kakak cantik banget" teriak nara,

" kakak udah kayak istrinya Gus aja" ucap nara menggoda kakak nya.

" ih apaan dih nara" jawab lita yang jadi salah tingkah.

Begitupun ayah Lita , ia sangat kagum melihat penampilan putrinya yang berbeda 180° dari biasanya.

" nah gitukan tambah cantik dan anggun " ucap pak ridho menggoda putrinya.

" Apaan sih ayah ,kan lita emang udah cantik dari lahir"

tak terasa mata lita berkaca kaca,ia terharu melihat kedua orang tuanya begitu bahagia. Apalagi jika ia bisa memenuhi keinginan ayah dan kakeknya, mrnjadi seorang hafidz Quran , pasti mereka begitu bangga dengannya. Dan juga di akhirat kelak ia bisa memakaikan mahkota untuk kedua orang tuanya. Sungguh itu cita cita Lita sekarang. Bagi lita , membahagiakan kedua orang tuanya adalah cita - cita yang sangat ia wujudkan saat ini , bukan menjadi pramugari atau yang lainnya.

o0o

pov: Lita

Akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam , kami sampai juga di pesantren.Terdengar suara seseorang yang sedang menghafal bacaan Qurannya. Suara yang sangat merdu ,begitu sejuk dihati. Kami langsung disambut antusias dengan pengurus pesantren , mengantarkan kami ke kantor,mengurus formulir dan lain - lain. Sementara ayahku di minta untuk keNdalem (sebutan untuk rumah Kyai) ,dan aku menunggu dikantor bersama kang ikhsan.

Ya dia kang ikhsan ,orang pertama yang aku temui dipesantren ini.

"Talita Adriani , panggilannya siapa ?" tanyanya sambil membaca formulir yang baru saja kuisi.

"Panggil aja Lita kang " jawabku sembari tersenyum tipis. Aku kurang nyaman dengan tatapan kang ikhsan yg dari tadi memperhatikanku.

" Apa ada yang salah sama penampilan gue ? kok ni orang merhatiin gue mulu dari tadi " batinku.

" Nama saya Mahfud Ikhsan ,panggil saja kang ikhsan" jelasnya sambil tersenyum manis. " Kalo Lita butuh sesuatu ,lita bisa panggil saya ya " lanjutnya.

Kang ikhsan ini salah satu pengurus di pesantren ini . Usianya sekitar 24 tahun dan ia juga seorang Hafidz Quran. Badannya tidak terlalu tinggi ,dan wajahnya manis, kulitnya putih bersih. Banyak santri yang menyukainya diam diam. Tapi ia tak pernah meresponnya sama sekali ,dengan alasan menjaga hafalannya. Tapi ketika melihat Lita pertama kali, ia sudah menaruh hati padanya.

" Ih siapa juga yang butuh lo " batinku

" Eh ..iya kang" jawabku malas.

Setelah urusan selesai ,ayah pamit meninggalkanku disini. Air mataku tak terasa sudah membasahi pipiku saat ayah memelukku.

"Jaga diri baik - baik ya Lita, jangan sampai telat makan ,ayah pamit dulu"

Aku tahu ayah sedih ,tapi aku juga tahu ayah menyimpan banyak harapan kepadaku.

"Iya yah, salam buat bunda sama Nara ya yah..hiks .. " jawabku sambil terisak. Rasanya aku tidak mau ayah meninggalkanku sendiri disini ,ditempat baru, ditempat yang bahkan aku sendiri belum pernah kesini.

"Titip Lita ya nak ,ingatkan dia kalau belum makan ,soalnya dia punya penyakit lambung,tidak bisa telat makan " pesan ayah kepada kang ikhsan.

" Ih ngapain sih ayah pake titip titipin gue keorang, emangnya gue barang apa dititip - titipin" batinku tak terima.

"Baik pak ,bapak tidak usah khawatir ,saya akan menjaga Lita dengan baik" jawab kang ikhsan semangat.

Setelah ayah pergi kang ikhsan mengajakku ke asrama putri, dengan membawakan koperku ,iya menyuruhku mengikutinya. Karena pesantren ini lumayan besar ,khawatir kalau aku kesasar.

Kang ikhsan mengantarku sampai gerbang asrama putri. Karena laki - laki tidak boleh masuk kedalam ,ia pun memanggil salah satu santri yang ada disana.

" Mba silvi ,tolong sebentar" panggilnya setengah berteriak, kepada salah satu santri yg sedang duduk didepan asrama.Wanita itu pun berjalan menghampiri kami.

" Ada apa kang ?" tanyanya penasaran

" Ini santri baru ,namanya Lita ,tolong ajak ke asrama ya, katanya dia mau ikut program hafidz juga " kata kang ikhsan menjelaskan.

" Oh ....baik kang" jawabnya sambil menganggukan kepala tanda mengerti.

o0o

Tak terasa adzan ashar berkumandang. Seluruh santriwan dan santriwati bersiap siap menuju masjid untuk shalat berjamaah, yang akan dilanjutkan dengan mengaji kitab. Setelah kegiatan mengaji selesai ,kini waktunya mengambil catring di dapur umum, yang letaknya lumayan jauh dari kamar Lita. Tepat nya berada disebelah Ndalem. Karena Lita belum terbiasa ,ia jadi terlambat ,dan mendapat bagian paling terakhir. Dengan terburu buru lita membawa catring ,hingga tak srngaja ia menabrak seseorang.

" Astaghfirullah " ucap lita kaget . Lita langsung berjongkok ,berniat mengambil kembali nasinya yang jatuh, tetapi ditahan oleh pria tersebut.

" Jangan..!! jangan diambil..itu sudah kotor " serunya.

Suara yg lembut sedikit serak. Saat lita menoleh ke sumber suara, spontan jantung lita berdebar .

" MasyaAllah ...ini adeknya Lee Men Ho apa yak " tebak lita asal , yang masih dalam posisi berjongkok.

" Mbak ...hallo..." tegur Zafran sembari menjentikan jarinya, menyadarkan lita dalam lamunannya.

" Eh...em..iya maaf kang saya ga sengaja" jawab lita kaku.

" Iya ga papa. Mbanya santri baru ya ? biar nanti saya suruh pengurus ambilkan yang baru" ucapnya dengan senyuman yang spontan membuat jantung lita berhenti berdetak. Tanpa menunggu jawaban Lita, Zafran berlalu meninggalkan Lita yang masih mematung ,karena ia sangat menjaga pandangannya, ia tak mau terlalu lama berhadapan dengan santri putri.

Semenjak kejadian tadi, Lita dibuat seperti orang gila. Senyum sendiri tanpa sebab, bernyanyi dan bersiul. Maklum ini kali pertama lita merasakan yang namanya jatuh cinta.Dari sekian banyak lelaki di sekolahnya ,tidak ada satupun yang menarik perhatiannya.

" Bener juga kata intan, dipesantren banyak cogan" kata lita dalam hati " Astaghfirullah....apaan sih lita, kok mikirin cogan ,fokus dong " Lita menepuk- nepuk pipinya agar tersadar dari halunya.

Risma teman lita yang memperhatikannya dari tadi dibuat keheranan. Karena rasa penasarannya ,risma langsung bertanya pada lita.

"Lo kenapa Lita ? kok kaya orang setres gitu" tanya risma penasaran. Risma adalah teman baru lita di pesantren. Teman yang paling akrab dengan lita, karena mereka juga satu kamar. Risma memang sangat polos dan ceplas ceplos kalau bicara. Selain itu ada mba Silvi dan juga Gisel. Mereka berempat menempati kamar paling depan, tepatnya disebelah kantin.Mba silvi adalah salah satu hafidzah dan pengurus dipesantren ini.Sedangkan Gisel adalah adik kandung mba silvi yang masih menempuh pendidikan dimadrasah Aliyah. Mereka semua sudah cukup lama tinggal disini.

o0o

Lita dan risma berjalan menuju aula, untuk mengikuti kegiatan mengaji ba'da isya seperti biasa. Diikuti dengan beberapa santri lain yang berjalan dibelakang mereka. Tiba - tiba lita menghentikan langkahnya. Jantungnya mulai tidak aman, tatkala ia melihat seseorang yang kemarin tidak sengaja ia tabrak.

" MasyaAllah...begitu sempurna ciptaanmu Ya Allah " ucap lita lirih ,tapi masih bisa didengar oleh risma.

Risma mengerutkan keningnya " Oh jadi ini ,yang buat lo kayak orang setres ?".

" Gue deg degan anjir " jawab lita tatkala Gus Zafran tepat berada disebelahnya, menundukan kepala dan tersenyum tipis . Berjalan melewati para santri yang hendak keaula. Tak hanya lita, semua santri putri disana memuji muji ketampanan beliau. Zafran adalah Putra tunggal dari Kyai dipesantren itu. Ketampanan nya membuat para santri putri klepek klepek. Postur tubuhnya tinggi, kulit putih bersih ,hidung yang mancung ,dan tahi lalat diatas bibirnya yg menambah manis senyumannya.

Zafran sangat menjaga pandangannya, selalu menundukan kepalanya didepan wanita yang bukan muhrimnya.

" Nanti gue kasih tau sesuatu " bisik risma sembari menarik lengan lita agar mempercepat langkahnya.

Lita mengangguk dan berjalan disebelah risma.

o0o

Selesai mengaji Lita dan Risma langsung keasrama. Sambil menikmati camilan yang baru saja mereka beli dikantin lita bertanya " Lo tau siapa kang - kang yang tadi ketemu kita didepan kantin ? "

Risma menampilkan giginya yang rapi " Ya tau lah, itu kan Gus Zafran ,putranya abah" .

" Apa..? Gus..? " tanyanya tak percaya.

" Iya, Gus Muhammad Zafran Assegaf, putra tunggal dari Kyai Abdul Hasan Assegaf " jawab risma meyakinkan.

Lita menghela napas panjang , " Ya Allah , cobaan apa lagi ini ". Lita benar benar tak habis pikir, kenapa dirinya bisa menyukai seorang putra dari Kyai besar. Suatu hal yang tak mungkin ia gapai. Namun cinta tak pernah salah, hanya tempatnya saja yang tidak tepat.

Dalam hati lita terus menyebut namanya " Gus Muhammad Zafran Assegaf" aku mengagumimu dalam diam.Akan kusebut namamu dalam sujudku.

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Eka Saputra
semoga endingnya mereka bersatu
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status