Share

Bab 9

Zeira membaca kertas yang ada di tangannya dengan mata yang berkaca-kaca " ya Tuhan semua ini aku lalukukan hanya demi hidup ayahku". Lalu ia menanda tangani kertas itu dengan tangan yang gemetar dan berurai air mata. Lalu ia menghubungi nomor yang diberikan Rian kepadanya

Tu....tu....tu.... Suara ponsel Zeira. Tidak lama panggilannya terhubung. " Hallo " suara dari dalam ponselnya 

" I...i.. iya " ucap Zeira dengan terbata-bata. Lalu ia menelan salivanya dengan kasar lalu kembali berbicara " hallo pak ini saya Zeira, apa saya bisa bertemu dengan bapak ?"

" Ooowww kamu. Ya kita bisa bertemu, kamu datang saja kerumahku "

" Tapi pak ! Aku tidah tahu di mana rumah bapak "

" Hahahahhahh..... Terus kenapa kamu tahu nomor ponselku ? Saya rasa kamu sudah tahu juga di mana rumahku. Cepatlah kemari saya tidak punya banyak waktu. Aku masih ada urusan penting "

" Tapi pak saya benar-benar tidak tahu "

"Hm saya akan mengirim alamatnya."

Ting-nong Sura nada pesan masuk keponsel Zeira, Reyhan Teleh mengirimkan alamat rumahnya melalui pesan kepada Zeira. Sebenarnya Reyhan tidak memiliki kegiatan hari ini, karena hari ini adalah hari Minggu jadi kantor libur, dia hanya tidak suka menunggu terlalu lama.

Setelah Zeira membaca pesan yang masuk ke ponselnya, Zeira memesan ojek online untuk membawanya ke kediaman Reyhan. Butuh waktu 45 menit baru dia sampai di gerbang istana Reyhan. Dia mendekati pos security yang ada di samping gerbang. " Pak apa saya bisa masuk."

" Security membuka sedikit gerbang untuk melihat Zeira lebih jelas " maaf nona, ada yang bisa saya bantu ?"

" Saya ingin bertemu dengan pak Reyhan, apa saya bisa masuk pak ?"

" Tunggu sebentar nona, saya akan menghubungi pengawal yang ada di dalam rumah dulu, untuk bertanya kepada tuan muda."

" Baik pak saya akan menunggu " ucap Zeira, lalu security itu menghubungi seseorang dengan telepon yang ada di dalam posnya.

Tidak lama security itu menutup teleponnya . " Mari Nona saya antar, tuan muda sudah menunggu anda." Zeira mengikuti langkah security itu dari belakang. Dia sangat kagum melihat betapa besarnya rumah Reyhan dan taman yang begitu indah yang dihiasi bunga-bunga, air mancur dan patung burung Elang yang berwarna putih.

Setelah sampai di pintu utama, Zeira merasa takut untuk masuk, namun ada satu pelayan yang menunggunya di pintu " silahkan masuk nona, tuan ada di ruang keluarga. Mari saya antar." Ucap pelayan itu dengan senyum dan hormat. Zeira mengikuti pelayan itu sampai ke ruang keluarga.

Saat dia datang Reyhan sedang memainkan ponselnya dan duduk di atas sofa yang berwarna cream dengan memakai kaus hitam dan celana boxer yang berwarna senada, yang membuat Zeira terpesona dengan postur tubuhnya yang gagah dan kulitnya yang bersih. " Permisih pak " ucap zeira dengan menundukkan kepalanya.

" Silah kan duduk " ucap Reyhan tanpa melihat Zeira 

Zeira memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu, karena dia harus segera membawa uangnya kerumah sakit " saya menerima tawaran bapak " ucap Zeira dengan tiba-tiba.

Reyhan melihat Zeira dan Tersenyum jijik " saya sudah tahu, bahwa kamu akan tertarik dengan tawaran yang saya berikan, tidak mungkin wanita seperti kamu akan menolak uang sebanyak itu "

Kata-kata itu sangat menusuk jantung Zeira, tetapi dia harus menerima hinaan itu demi hidup Rizal. Zeira meletakkan amplop cokelat di atas meja yang ada di hadapan Reyhan " ini pak, saya sudah menanda tanganinya "

Reyhan membuka amplopnya dan Tersenyum " baik kita akan menikah besok "

Sontok membuat Zeira kaget " besok ?" Ucap Zeira dengan nada yang tinggi tanpa ia sadari.

" Iya... Besok ! nanti saya akan mengirimkan alamatnya, apa ada masalah ? "

" Ti...tidak. Tapi pak apa saya bisa meminta sebagian uang dari perjanjian itu hari ini juga ?" Tanpa rasa malu ia langsung meminta uangnya

" Baik tinggalkan saja nomor rekening kamu, nanti saya transfer, berapa yang kamu inginkan ?"

" Aku hanya ingin 300 juta saja pak " dia tidak berani melihat Reyhan, sesungguhnya dia sangat malu, tetapi dia tidak punya pilihan lagi.

"Hm... Apa masih ada yang lain ?"

" Tidak pak "

"Oke, kamu bisa pergi ". Saat Zeira akan pergi * menikah saja belum ! Tetapi dia sudah tidak sabar lagi dengan bayarannya* ucap Reyhan dengan nada yang cukup lembut namun bisa di dengar oleh telinga Zeira. Tetapi zeira tidak peduli.

*

*

*

*

*

Comments (4)
goodnovel comment avatar
Muqorobin Robin
yahhh..........
goodnovel comment avatar
Agus Roma
pernikahan karena terpaksa
goodnovel comment avatar
Tarie Tarie
‐-----------‐--
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status