Share

BAB 10

"Siapa yang gemas?" tanya Raizel sekali lagi.

Pria itu menatap tajam ke arah Gabby yang masih menunduk ketakutan.

Gabby mencoba menenangkan diri dengan menghela napas panjang seraya terpejam. Dalam hitungan detik, dia pun memberanikan diri untuk mendongak lalu membalas tatapan Raizel.

"Pak Bos, mau aku tendang lagi atau menyingkir dari hadapanku?" tanya Gabby, tersenyum licik.

Raizel menggertakkan rahangnya lalu berdeham sambil mengubah posisi. Kini dia sudah tak mengimpit Gabby lagi.

"Apaan sih, tendang-tendang! Orang gue cuma nanya," gerutu Raizel.

"Tugas aku di sini cuma kerja ya, Pak Bos, bukan curhat!" seru Gabby sambil berjalan ke arah meja rias.

"Lagian ngapain juga kepo sama orang yang aku suka? Nggak akan ngaruh ke omset Bapak, kan?" lanjut Gabby sambil terduduk di depan cermin. Gadis itu mulai menghapus riasan yang menempel di wajahnya.

"Lo suka sama Arnold?" tanya Raizel, menyipitkan matanya.

Gabby menelan saliva. Menghentikan aktivitasnya selama beberapa detik ser
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status