Pengantin Abraham (Indonesia)

Pengantin Abraham (Indonesia)

By:  Ade Tiwi  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Not enough ratings
37Chapters
62.7Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Viviani Putri Hermawan adalah seorang gadis berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Dia jatuh cinta pada seorang pria yang usianya jauh di atasnya yaitu, Abraham Adi Wijaya—seorang pria tampan berusia 27 tahun. Dia adalah pengusaha sukses,sekaligus tetangganya.Namun penolakan demi penolakan dari Abraham yang selalu bersikap dingin dan tak tersentuh—membuat Ivy pada akhirnya memutuskan melarikan diri ke tempat nenek dan kakeknya di negara Singapura. Kini setelah 5 tahun berselang , akhirnya Ivy pun kembali ke Indonesia. Sialnya Ivy mendapati kenyataan, bahwa daya tarik seorang Abraham masih sangat kuat— dan hal ini semakin sulit baginya untuk menghindar.Banyak lika-liku yang terjadi di kehidupan asmara mereka. sedih, bahagia, lucu tercampur menjadi satu. Akankah pada akhirnya, Abraham bisa mendapatkan cinta pengantinnya?

View More
Pengantin Abraham (Indonesia) Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
37 chapters
Prolog
"Aku bersumpah akan menjadikannya milikku seutuhnya, dan tak akan pernah ku lepaskan!" amuk seorang pria tampan.Ia sangat marah sekali saat mengetahui, gadis yang saat ia cintai melarikan diri ke Singapura.Selama ini ia selalu melindungi gadis itu diam-diam,tanpa sepengetahuan siapapun, baik sang gadis ataupun keluarganya.Ia selalu menutupi rasa sukanya di balik sifat dinginnya, namun sang gadis salah dalam menilainya, hingga ia lebih memilih kabur darinya."Ivyyyyyyyyy!!!!" teriaknya kencang.Di tempat lain, lebih tepatnya Singapura. seorang gadis duduk bersama dengan nenek- kakeknya.Mereka terlihat asyik sekali mengobrol, namun raut wajah yang terpancar dari sang gadis adalah kesedihan.Masih teringat jelas sekali sikap dingin seorang pria yang sangat di cintainya, hingga ia lebih memilih kabur mengasingkan diri ke sini agar hatinya bisa tenang, dan melupakannya.
Read more
Part 1
Ivy, gadis cantik itu tengah mengintip seorang pria tampan, Abraham atau yang biasa di panggilnya dengan sebutan om Bram.Om Bram tetangga super duper gantengnya, memiliki tubuh kekar berotot, wajah tampan, dan yang paling penting daya tariknya yang memikat, lewat tatapan matanya yang tajam mampu meluluhkan diri Ivy.Ivy menahan nafasnya yang tercekat, tatkala melihat Abraham yang sedang berganti baju."OMG!" Ivy syok saat Abraham membuka kaosnya, lewat teropong miliknya terlihatlah tubuh atletis Bram, perut kotak-kotaknya yang sixpack.Saat akan membuka celananya, Ivy tidak beranjak pergi dari jendela, hanya menutup kedua matanya.Setelah di rasa cukup, ia pun membuka matanya, dan tak melihat Abraham di kamarnya. "ah, mungkin sedang mandi." tebak Ivy. Ia pun juga ikut bersiap-siap, rencananya pagi ini ia harus bisa berangkat bareng Abraham, Ivy tersenyum-senyum mengingat wajah Bram.Ivy sudah siap dengan seragam sekolah SMA-nya, ia lari buru-b
Read more
Part 2
5 tahun kemudian...Ivy kembali ke Indonesia, kini ia akan melanjutkan pendidikannya disini, selain itu ia juga merindukan kedua orang tuanya.Ivy yang sekarang tambah cantik, dan semakin terlihat dewasa, siapa pun yang melihatnya pasti jatuh hati."Mama, Ivy rindu!" ia memeluk ibunya begitu sampai rumah."Oh sayang, mama juga rindu kamu." mamanya ikut balas memeluknya, dan mencium seluruh wajahnya."Mama jahat! gak pernah sama sekali datang ke Singapura." ucap Ivy manyun."Uluh-uluh anak mama, sini peluk lagi." sang mama membuka kedua tangannya lebar-lebar, yang langsung di sambut hangat Ivy."Yaudah kalau gitu, kamu istirahat dulu gih, pasti capek kan?" Ivy mengangguk, dan beranjak ke kamarnya.Sampai di kamarnya, ia tercengang karena nuansa kamarnya, masih seperti 5 tahun yang lalu. ia melihat ke arah jendela, yang langsung menuju kamar Abraham.Ivy mendengus, tatkala mengingat orang, yang menjadi alasannya pergi ke Singapura.
Read more
Part 3
Abraham tak bisa menahan lagi keinginannya, Ivy terlihat begitu menggiurkan di hadapannya.Dengan pakaian yang sangat seksi menggoda, Abraham tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi.Gerakan sensual Ivy yang nakal, mampu membuat Abraham, menjadi tak bisa mengendalikan dirinya.Baiklah, Abraham sudah tidak tahan lagi, dengan pelan tapi pasti Abraham naik ke atas ranjang.Ia memulai semuanya, saat Abraham ingin memasukkan miliknya, ke milik Ivy. tiba-tiba saja ranjangnya bergoyang, dan..."Aduh!" Abraham terjatuh ke lantai."Ah sial, ternyata cuma mimpi." gerutu Abraham sambil mengacak-acak rambutnya.Ada apa dengan dirinya, sampai bermimpi seperti itu bersama Ivy, shiiittt milik Abraham benar-benar tegang hanya karena mimpi sialan itu.Abraham pun segera membersihkan tubuhnya, dan menjernihkan pikiran ya. masih ingat dengan jelas, mimpinya bersama Ivy.Setelah selesai, Abraham dengan cepat mengenakan pakaian kantornya. sambil
Read more
Part 4
Ivy menatap horor seseorang yang ada di depannya, ia tidak menyangka kalau sampai sejauh ini."Bram, ayo di nikmati makan malamnya!" Abraham tersenyum mengangguk.Abraham mengedipkan sebelah matanya pada Ivy, Ivy memasang wajah mual melihat Bram, bukannya marah tapi Abraham malah tertawa geli.Ivy melotot ke arah Abraham, namun yang terjadi Abraham memajukan bibirnya, seperti sebuah ciuman, hahaha.Ivy kesal dengan kedua orang tuanya, yang mengundang Abraham untuk makan malam. Abraham juga bukannya menolak, malah kesenangan, astaga! Ivy benar-benar kesal sekali."Ma pa, Ivy permisi masuk ke kamar." Ivy bangkit dan berjalan naik ke tangga."Maaf ya Abraham, sepertinya Ivy lagi badmood.""Iya, tidak apa-apa." jawab Abraham santai, namun matanya menatap ke arah atas.Ivy tiduran tengkurap di ranjangnya, sambil mendengarkan lagu. ia tidak sadar saat seseorang masuk ke kamarnya, seseorang itu menatap Ivy intens sambil bersedekap dada.
Read more
Part 5
Ivy kembali pada hobi lamanya, yaitu mengintip, dan sasarannya pun sama, siapa lagi kalau bukan Abraham? ckckck.Dengan teropongnya Ivy bisa leluasa melihat Abraham di kamarnya, terlihat sekali jika Abraham sedang duduk bersandar di ranjang, sebuah buku di tangannya dan kacamata yang dipakainya."Ckck, membosankan sekali." keluh Ivy menyudahi acara mengintipnya, dan melemparkan teropongnya ke ranjang.Drrrrtt... drrrttt...Suara ponsel Ivy yang bergetar, dengan malas Ivy mengambilnya, satu pesan dari seseorang, dan seseorang itu adalah Abraham.Abraham : sudah selesai mengintip om sayang :)Ivy menutup mulutnya tak percaya, bagaimana mungkin Abraham bisa tahu? "apakah dia seorang cenayang?!" gumam Ivy.Ivy melirik ke kanan dan ke kiri, ia mencari sesuatu hal yang aneh di kamarnya."Apakah dia memasang CCTV di kamar ku?" Ivy pun mulai mencari benda tersebut."Tidak ada apa pun yang mencurigakan," keluh Ivy kesal.notifikasi pes
Read more
Part 6
"Kenapa cara berjalan kamu begitu sayang?" tanya Rima, mama Ivy."Uhm... tadi Ivy jatuh ma." jawab Ivy berbohong."Ya ampun sayang! lain kali hati-hati." Ivy mengangguk patuh.Ivy mendengus sebal karena Abraham lah dirinya tidak jadi pergi bersama teman-temannya, seluruh tubuhnya terasa sakit sekali.Mana udah kayak nenek-nenek lagi jalannya Ivy, huffftttt ampun dah!Sementara di lain tempat, seorang pria terkikik geli karena berhasil membuat wanitanya kesal, namun ia juga merasa iba melihat gadisnya terluka.Bukannya apa-apa! Abraham hanya tidak ingin jika Ivy pergi dan berdekatan dengan pria lain.Ada rasa puas yang terukir di wajah tampannya saat tersenyum, "Ivy hanya milikku!" gumamnya yang menyebut Ivy miliknya.*****Ivy mendengarkan penjelasan dosen killer di depan sampai selesai, semua mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar. Eka dan yang lain
Read more
Part 7
Mobil Bram berhenti di suatu tempat yang membuat Ivy tercengang, Bram berkunjung ke panti asuhan dimana dia menjadi donatur tetap disana. dan kali ini Abraham mengajak Ivy, karena sebelumnya, beberapa minggu yang lalu Abraham sudah berjanji pada ibu pengurus panti, dan juga anak-anak akan memperkenalkan Ivy pada mereka."Ini kan panti asuhan?" tanya Ivy heran karena Bram membawanya kesini.Bram hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ivy, jujur dia sangat senang bisa membawa gadisnya kemari."Tapi kenapa om membawa ku kemari?" lagi Ivy bertanya."Ayo masuk!" Abraham tersenyum dan mengajak Ivy masuk, tanpa perlu repot-repot menjawab pertanyaan gadis itu.Abraham menggenggam erat tangan Ivy, hingga mereka masuk ke dalam panti asuhan yang di sambut hangat, dan gembira oleh anak-anak dan para ibu pengurus panti.Semuanya sangat ramah pada Ivy, begitu pun Ivy yang sangat senang datang ke panti."Syukurlah dia senang, aku pikir dia bosan jika aku ajak
Read more
Part 8
Abraham kembali meresapi bibir mungil merah milik Ivy, ia begitu kecanduan dengan bibir Ivy yang selalu menggodanya.Awalnya hanya berupa ciuman lembut, namun lama-kelamaan menjadi ciuman yang liar dan panas. Ivy terlena dengan apa yang di lakukan Abraham padanya, bahkan ia membalas ciumannya tak kalah panasnya.Abraham menggeram di sela-sela ciumannya, ia tidak bisa berhenti dengan rasa nikmat ini."Sial! ini nikmat." Umpat Abraham dalam hatinya."Eunggghhh." lenguhan Ivy.Abraham melepaskan ciumannya hanya untuk sesaat, agar bisa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. setelah itu ia kembali mengecup, menjilat, melumat, membelit lidah bahkan bertukar saliva.Entah setan apa yang merasuki pikiran Abraham hingga dengan beraninya, tangan nakalnya mulai bergerilya di tubuh Ivy. Di remasnya payudara Ivy dari balik luar bajunya, Abraham bisa merasakan betapa montoknya dada Ivy, ia melepaskan kembali tautan bibir mereka
Read more
Part 9
Abraham dan Ivy kembali pulang, sesampainya di rumah masing-masing, Ivy langsung masuk ke dalam kamar dengan suasana hati yang ceria.Ia baringan di tempat tidur dengan senyum mengembang, yang tak pernah luntur dari wajahnya cantiknya. Ivy menatap lagi jarinya yang dihiasi cincin pemberian Abraham, lebih tepatnya lamaran Abraham.Di kecupnya cincin itu dan di usap-usapnya dengan sayang, dia benar-benar bahagia sekali. sampai rasanya tak ingin melupakan hal tadi bersama Abraham."Aku mencintaimu om Bram," ucapnya sambil menatap cincin itu.Hal yang sama pun terjadi pada Abraham, pria tampan itu selalu tersenyum lebar. kala mengingat momen kebersamaannya dengan Ivy.Ingin segera rasanya Abraham memiliki Ivy seutuhnya, dan berstatus sebagai istrinya. ah rasanya Abraham sudah tak sabar.******Hari-hari mereka lewati seperti biasanya, namun ada perbedaan. perbedaannya adalah semakin hari Ivy dan Abraham tambah mesra.Mencari kesempatan unt
Read more
DMCA.com Protection Status