Aku Adalah Putri Presdir

Aku Adalah Putri Presdir

By:  Canna oprhe  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
47Chapters
3.9Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Jika kamu terlahir dengan hidup yang sempurna. Orang tua yang kaya, paras yang cantik, dan memiliki banyak pria yang menginginkanmu sebagai pasangannya, apa yang akan kamu lakukan?. Chaterine Abigail Edelgard, anak semata wayang presdir Cervan sekaligus satu satunya pewaris perusahaan. Akankah Chaterine memilih salah satu pria sebagai pasangan hidupnya atau justru lebih memilih hidup melajang selamanya?

View More
Aku Adalah Putri Presdir Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
47 chapters
Prolog
Seorang gadis cantik turun dari lantai 2 ke bawah menuruni anak tangga menuju meja makan. Siapa lagi kalau bukan Chaterine Abigail Edelgard, putri semata wayang presdir Cervan Edelgard sekaligus pewaris tunggal perusahaan JIAN GROUP.Gadis cantik itu memiliki sepasang bola mata bewarna coklat ke abu abuan, bibir merah muda alami yang tipis, kulit yang putih seputih salju juga halus sehalus kapas. Dengan rambut hitam yang panjang nya sepinggang dan postur tubuh ideal dengan tinggi yang pas, menjadi pelengkap bagi hidup Chaterine yang sangat sempurna.Chaterine sedari lahir sudah memiliki segala nya yang diinginkan para gadis. Selain wajah yang cantik, Chaterine juga lahir sebagai anak dari salah satu orang terkaya se negara dengan urutan yang ke 4.Selain itu, Chaterine jug berbakat di berbagai bidang. Salah satunya adalah bela diri, memanah, dan berkuda. Chaterine juga merupakan anak tercedas di sekolahnya, sering sekali ia memenangkan perlombaan dan membuat har
Read more
Pergi ke Sekolah
"Ayah, sudah ku bilang berapa kali? jangan mengancam Ronan seperti itu" ujar Chaterine sambil memasang wajah cemberut setelah menyadari bahwa ayahnya sekali lagi menindas Ronan."Siapa yang mengancamnya? tidak ada kok, ya kan?" tanya presdir sambil melirik ke arah Ronan. "Be.. benar nona, saya tidak sedang di ancam tuan kok" kata Ronan meyakinkan Chaterine.Chaterine langsung menatap ayahnya dengan seksama. Ayahnya yang semula menatap Ronan dengan ekspresi kejam itu sekarang membalas tatapan Chaterine dengan lembut."Ada apa putriku? apa sekarang kamu tidak percaya dengan ayahmu ini?" tanya Cervan."Ah, lupakan saja. Ayo kita berangkat" ajak Chaterine pada Felix dan Ronan.Chaterine berpamitan dengan kedua orang tuanya sambil mengecup kening ayah dan ibunya. Chaterine langsung berjalan ke depan rumah menghampiri mobil yang sedan hitam yang sudah menunggunya.Chaterine masuk ke dalam mobil dengan Ronan yang membuka kan pintunya,
Read more
Liontin
Setelah sampai di kelas, akhirnya Chaterine kini tak lagi di kejar kejar oleh para fans fanatik nya. Chaterine pun beristirahat sebentar di bangku nya sambil terus menstabilkan nafas nya. "Habis di kejar kejar lagi ya?" tanya Ivonna selaku teman sebangku Chaterine. "Haha, ya begitu lah" ujar Chaterine sambil mengelap keringat nya dengan tissue yang sengaja di bawa nya. "Enak ya, jadi seperti mu. Setiap hari ada saja yang mengirimi mu barang barang yang cantik," kata Ivonna sambil menunjuk pojok ruang kelas yang lagi lagi terisi penuh dengan banyak hadiah yang di kirim untuk Chaterine oleh para penggemar nya. Chaterine langsung melihat ruangan pojok kelas begitu Ivonna menunjuk nya. Tak di sangka, lagi lagi ada banyak sekali yang memberi Chaterine hadiah sampai sampai Chaterine terkejut melihatnya. Padahal Chaterine baru beberapa bulan pindah ke sekolah baru nya ini. Chaterine ten
Read more
Gara Gara Aku
Chaterine mengurungkan niatnya untuk pergi ke toilet, karna mungkin toilet sebentar lagi akan ramai di gunakan para murid lain nya untuk berganti pakaian karna tidak kebagian tempat di ruang ganti. Chaterine pun akhirnya memilih untuk berjalan jalan di sekitar sekolah sambil menunggu waktu sampai bel masuk berbunyi.Saat Chaterine hendak menuruni anak tangga dan melewati ruangan kelas 10, Chaterine langsung di tatap oleh para murid yang biasa nya mengejar ngejarnya dari lewat jendela.Karna tak ingin ketahuan, akhirnya Chaterine pun melarikan diri dan berlari tanpa tau arah hingga sampai ke bagian belakang sekolah. "Hah.. hah, ternyata aku berlari cukup jauh juga bisa sampai sini. Bisa habis tenaga ku jika sampai anak anak tadi melihatku," kata Chaterine dengan nafas yang terengah engah karna habis berlari.Chaterine melihat ke sekeliling nya. Tempat bagian belakang sekolah yang sama sekali belum pernah ia lihat semenjak pertama kali datang ke sekol
Read more
Marah
Di satu sisi, pria tersebut tidak enak hati dengan orang yang berdiri di atas nya. Terlihat dengan sangat jelas sekali jika Yusto menatap nya dengan marah karna Chaterine lebih memilih untuk menolong nya di bandingkan menghiraukan perkataan Yusto. "Ah.. iya," jawab pria tersebut sambil menaruh tangan nya di atas telapak tangan Chaterine. Chaterine membantu pria itu berdiri dengan kedua tangan nya. Tubuh nya yang lemas hingga tak kuat berdiri itu pun sudah terlihat jelas sekali, betapa sakit nya pukulan yang ia terima barusan. "Kamu tidak apa apa?" tanya Chaterine khawatir karna melihat wajah nya yang babak belur. "A.. aku tidak apa apa" jawab nya dengan malu. "Kalau boleh tau, siapa nama mu?" tanya Chaterine. "Na.. namaku Sahid" jawab nya. Tentu saja Sahid merasa malu karna kondisi nya saat ini yang terlihat menyedihkan, apalagi ini pertemuan nya pertama kali secara langsung dengan Chaterine. "Ka.. kamu mengabaikan ku,
Read more
Uks
"Ji... jika aku pergi ke rumah nya berarti sama saja dengan aku pergi ke rumah presdir Cervan?" kata Sahid dengan dirinya sendiri."Hah, bagaimana ini? aku tidak punya pakaian yang pantas untuk pergi ke sana," ujar nya dengan panik.Sahid lalu turun dari ranjang kemudian mondar mandir berjalan sambil berfikir pakaian apa yang harus ia kenakan nanti sore untuk pergi ke rumah Chaterine."Lebih baik aku cari tau saja tentang gosip soal kediaman Chaterine, kata nya ada banyak sekali pengawal di rumah nya" pikir Sahid dengan keras.      ****   "Tok tok tok" Chaterine mengetuk pintu kelas nya yang tertutup dari luar."Huh, sebenarnya siapa murid yang berkeliaran di jam pelajaran begini lalu mengganggu ku mengajar?" kata bu Aria dengan kesal."Maaf kan saya bu," kata Chaterine."Yah.. memang sudah seharus nya ka
Read more
Berdua dengan Felix
"Bermain?" tanya Chaterine. "I.. iya, rencananya nanti sore kita akan berkumpul di sebuah tempat makan yang baru buka. Aku dengar dari yang lainnya meskipun baru saja buka tapi rasanya enak sekali lo!" kata Artizea dengan penuh semangat. "Ah maaf, kalau nanti sore aku tidak bisa ikut" ucap Chaterine merasa tidak enak. "Ah.. begitu ya, ma.. maaf aku tidak tau" kata Artizea merasa malu karna sudah di tolak. "Tapi lain kali jika kalian ingin mengajakku pergi, katakan saja. Aku pasti akan ikut datang bersama kalian," kata Chaterine sambil tersenyum ramah. "Be.. benarkah?" tanya Artizea dengan mata yang berbinar binar. "Tentu saja," jawab Chaterine dengan hangat. Ekspresi wajah Artizea yang semula muram langsung berubah ceria setelah mendengar perkataan Chaterine barusan. Rasanya harapan Artizea ingin menjadi dekat dengan Chaterine bisa segera terkabulkan. "Ngomong ngomong kamu pulang dengan siapa?" tanya Chaterine basa basi
Read more
Terjatuh di Pangkuan Felix
Akhirnya Felix mengalah dan menuruti tindakan Chaterine yang lebih memilih untuk pulang berdua saja dengannya. Di sepanjang jalan, Felix terus memperhatikan raut wajah Chateirne yang terlihat senang. "Ada apa? apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Chaterine setelah tau bahwa dari tadi Felix terus mengamati dirinya. "Ah tidak, saya hanya kaget saja melihat nona seperti sedang senang begitu" jawab Felix sambil mengalihkan tatapannya. "Tentu saja aku senang, karna sekarang aku sedang berdua bersamamu" ujar Chaterine sambil tersenyum menghadap ke depan. Perkataan Chaterine barusan membuat Felix salah paham. Wajah Felix jadi memerah setelah mendengar bahwa Chaterine senang bisa berdua saja dengannya. "Jarang jarang aku bisa bebas tanpa pengawalan begini, ya kan?" lanjut Chaterine. Felix yang semula sudah terlalu percaya diri itu pun langsung merasa malu karna salah mengartikan maksud dari ucapan Chaterine. "Tentu saja," jawab Fel
Read more
Leo Deandra
"Hah.. baiklah, kalau itu memang keinginan nona" kata Felix setelah menghela nafas berat. "Terima kasih!" kata Chaterine dengan girang. "Sepertinya di depan sana ada orang yang bisa kita tanyai tentang bengkel di daerah sini," kata Felix sambil melirik arah datangnya sebuah mobil dari kejauhan. Perlahan mobil berwarna hitam itu semakin mendekat pada Felix dan Chaterine yang berhenti di pinggir jalan. Mobil hitam itu pun perlahan lahan berhenti. Seseorang yang duduk di bagian belakang mobil membuka kaca mobilnya dari dalam. Felix pun dengan sigap langsung berdiri di depan Chaterine untuk antisipasi. "Tidak apa apa Felix, aku tau siapa orang ini" kata Chaterine yang bersikap waspada. "Apakah teman anda, nona?" tanya Felix sambil menengok ke Chaterine. "Tidak, aku hanya mengenalnya saja" jawab Chaterine. "Erinn!" teriak seorang anak laki laki yang terlihat seumuran Chaterine dari dalam mobil sambil melambai lambaikan tanga
Read more
Pulang ke Rumah
"Wajah nona yang sedang kesal itu sangat lucu," kata Felix sambil tersenyum lebar. "Bisa bisanya kamu tertawa seperti itu padahal aku sedang kesal seperti ini," kata Chaterine. "Ah, maaf nona. Habisnya saya juga tidak tau kenapa nona sampai marah seperti ini, padahal saya hanya pengawal nona" kata Felix. "Kamu itu bukan hanya sekedar pengawalku saja, menurutku kamu sudah seperti temanku sendiri. Orang orang yang menghinamu sama saja seperti mereka menghinaku," kata Chaterine. "Teman... teman.. ya," gumam Felix. "Apa yang barusan kamu katakan? aku tidak dengar," ujar Chaterine. "Ah, bukan apa apa. Lebih baik sekarang nona menyetir, saya yang akan mendorong mobilnya dari belakang. Kita harus segera cari bengkel dan pulang sebelum sore, pastinya para pengawal yang lain juga sudah mulai gelisah karna nona tak kunjung pulang" kata Felix. "Kita akan mencari bengkel. Tapi, aku juga ikut mendorong mobil denganmu" kata Chaterine sambil
Read more
DMCA.com Protection Status