Share

Harapan itu ada

Sedang sibuk memainkan pikirann, tak berselang lama ada yang mencari dirinya, tetangga yang julid masih bertahan ingin terus mempermalukan dirinya. Luar biasa memang ibu-ibu di sini, selama ini Naima jarang bersosial dengan tetangga ketika di rumah Ferdi karena memang komplek elit jarang pemilik rumahnya ngumpul di luar sebagian mereka adalah pengusaha, Naima bahkan tidak pernah melihat rupa tetangganya di samping.

Naima terkejut karena ternyata Bik Ratih yang menemuinya.

"Bi Ratih ...."

"Non ...." Bi Ratih memeluk Naima seperti seorang ibu yang sangat rindu dengan anaknya.

"Bibi dapat alamat ini darimana?" tanya Naima.

"Bibik satu bulan mencari Non sama pak Ferdi, untungnya Bibik mendapat alamat ini dari Dinda."

"Ya Allah Bik, kenapa mencari kami?" tanya Naima.

"Bibi dihantui rasa bersalah apalagi berita yang bibik baca tiap hari bikin dada sesak."

"Alhamdulillah kami sehat, Bik. Ayo masuk dulu, biar kita ngobrol di dalam." Naima menghindari tetangganya yang masih berada di depan.

"
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status