Share

Bab 49

Aku menatap punggungnya yang perlahan menjauh. Mengintip dari balik tirai dengan mata berkaca-kaca. Kepergian Dion menoreh luka dan membawa sekeping asa. Punggungnya sudah menghilang di tikungan ketika kututup rapat kembali gorden kain yang menjadi tempatku bersembunyi.

Tak terasa ada tetes hangat yang menyeruak, mengalir pada sudut mata kemudian berjatuhan. Kuseka dengan punggung tangan seraya menunduk dan berjalan menuju kamar.

Kututup pintu kamar rapat-rapat, kerebahkan tubuh yang terasa lemas. Kembali terngiang penggalan kalimatnya yang membuatku tercengang.

“Denger, Yu. Aku gak tahu menahu tentang pertunangan itu. Asal kamu tahu. Hari ini, aku baru pulang dari Singapura. Nenek jatuh dari kamar mandi dan Mama memintaku pergi.”

“Kamu melihat mobil keluarga Viona mungkin benar! Tapi apa kamu melihatku, Yu?! Pasti enggak ‘kan? Aku harap kamu tunggu aku. Akan kuurus semua ini dengan Mama! Kamu masih cinta sama aku ‘kan, Yu?”

“Aku mencintai kamu, Yu! Bukan Viona! Tolong beri kesem
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status