Share

Kejujuran

Picingan mata yang diterimanya dari pengawal kamar membuat jantung Aguste berdegup lebih kencang. Tangannya turun perlahan, meraih senjata yang tersimpan. Ia bersiap menyerang pengawal itu kalau memang terpaksa. Namun, sebelum itu terjadi, tangan Pangeran menyentuh lengannya, mencegah niatnya.

“Dia dari Negeri Vor. Mungkin kau pernah bertemu dengannya dulu,” dusta sang Pangeran kepada pengawal itu.

Sang pengawal menunduk. Ia lantas undur diri. “Maaf, Pangeran.”

Setelah menyaksikan pengawal itu turun, Barrant dan Aguste segera ke kamar. Aguste yang sudah tidak sabar menuntut penjelasan pun bertanya ketika pintu berayun menutup. “Apa yang terjadi? Kenapa mereka memburuku dan Putri Fjola?”

Barrant mondar mandis gelisah di depan perapian yang tidak menyala. “Margaret,” jawabnya. “Semua gara-gara ulahnya.”

“Tolong jelaskan,” pinta Aguste.

B
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Kikiw
lebih baik jujur aja sih, Ishak.. kalau Fiola tidak diterima di sini, biar Peri itu yg menerimanya nanti, kesel ya hahahha
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status