Share

Bab 22

"Mungkin, dia stres karena bersamamu. Kau harus sadar, hidup bersama orang sepertiumu itu tidak mudah." 

Ucapan asal Max itu entah mengapa mengusik Hagan. Semalaman berpikir, pria itu pun mendapat satu ide. 

Mungkin, Liara bukan stres karena hidup bersamanya. Mungkin, istrinya hanya sedang punya banyak pikiran. Perlu jalan-jalan, merilekskan pikiran. 

Maka itu, malam ini Hagan menawarkan diri untuk mengantar Liara ke mana pun yang istrinya mau. Sudah seminggu juga sejak keluar dari rumah sakit. Kondisi Liara sudah lebih baik. 

"Ke mana? Kau ingin jalan-jalan ke mana?" Di gazebo, Hagan bertanya antusias. 

Terlihat bingung, Liara memastikan. "Pergi ke luar maksudmu?" Tidak biasanya si suami begini. Mengizinkannya bergerak melewati pintu rumah saja hampir tak pernah dilakukan. Kali ini, malah menawarkan jalan-jalan. 

Hagan menganggukkan kepala. 

Menekuk lutut dan memeluknya, Liara tampak berpikir

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status