Share

Bab 272 Telat

"Pagi, Sayang ...."

Sepasang tangan melingkar di pinggang, disusul dengan kecupan kecil di pipi.

Aku yang tengah berkutat dengan alat masak, membalas sapaan Mas Raffi dengan usapan pelan di lengannya.

Hal seperti ini bukan terjadi sekarang, tapi setiap pagi datang. Sikap Mas Raffi selalu hangat dan tambah romantis sejak kami tinggal di rumah ini.

Itu mengapa, aku memperkejakan asisten rumah tangga yang pulang pergi. Aku tidak ingin melewatkan keromantisan ini karena ada orang lain di istana kami.

"Sudah aku siapkan teh di atas meja. Mas duduk, sebentar lagi gorengan yang aku buat akan matang," ujarku.

"Emh ... enggak mau. Aku mau tetap meluk kamu sampai gorengan itu pindah ke meja makan." Mas Raffi berucap manja.

"Nanti kamu kecipratan minyak, Mas."

"Biarin. Jangankan minyak, percikan api asmara dari luar pun bisa aku padamkan demi kamu."

"Hah, gimana-gimana?" Aku menoleh, mencari wajah Mas Raffi yang menyusup di tengkuk leherku.

Dia tidak berani mengangkat kepala. Malah semaki
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (2)
goodnovel comment avatar
toyo hikomatsuda
lanjut lg thor..jangan kelamaan.....
goodnovel comment avatar
Yuli Faith
kembar sepasang dunk.....biar makin lengkap
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status