Share

Kontrak Pernikahan

Deon akhirnya menikahi Ayana atas desakan orangtua dan kakaknya. Sang kakak berkata, jika kedua orangtuanya punya hutang banyak dan harus segera melunasi atau jika tidak rumah mereka akan disita.

Akhirnya Pernikahan ini terjadi karena Satria berkata kalau keluarga Ayana akan membantu melunasi hutang orangtua mereka, asal Deon mau menikahi Ayana. Deon yang berbakti ke orangtua, akhirnya setuju menikah meski terpaksa.

Hari itu, ballroom hotel yang seharusnya menjadi tempat pernikahan Ayana dan Reynaldi, diubah menjadi pernikahan Ayana Nameera dan Deon Abimanyu. Para tamu bingung, tapi mereka memilih mengikuti prosesi pernikahan itu sampai selesai.

“Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini,” kata Ayana.

Deon tersenyum masam, sebelum kemudian membalas, “Apa kamu pikir aku punya pilihan?”

Ayana tertegun mendengar balasan Deon, merasa bersalah dan tahu jika Deon pasti tertekan dan terpaksa. Mereka berdiri di altar mengucap janji suci, hingga kemudian melangsungkan acara resepsi.

Suci dan Firman begitu lega, akhirnya mereka bisa menyingkirkan aura negatif tentang Ayana yang tidak akan pernah bisa menikah. Meski pernikahan itu terpaksa, tapi setidaknya orang-orang tidak akan memandang buruk ke keluarganya yang terpandang.

**

Setelah acara pernikahan selesai. Ayana dan Deon berada di kamar hotel yang sudah disiapkan untuk malam pertama. Keduanya masih memakai pakaian yang digunakan untuk acara resepsi tadi.

“Aku tahu kamu terpaksa menikahiku, sebab itu aku tidak akan menuntut banyak hal kepadamu,” ucap Ayana sambil menatap Deon yang berdiri, sedangkan dia duduk di tepian ranjang.

Deon mengembuskan napas kasar, lantas membalikkan badan dan menatap Ayana yang sudah memandangnya. Jika dilihat dari dekat dan seksama, Ayana sangat cantik, bahkan make up naturalnya pun tetap membuat wajahnya terlihat alami. Deon menggelengkan kepala, menepis pikiran buruk karena mengagumi wajah Ayana.

“Ya, seharusnya begitu. Lagi pula aku hanya pemuda biasa, dari kalangan keluarga sederhana. Apa yang mau kamu tuntut dari pemuda sepertiku,” balas Deon sambil memalingkan muka karena tidak ingin semakin mengagumi kecantikan Ayana.

Ayana mengangguk paham, sikap Deon membuat Ayana merasa semakin bersalah. Hingga dia mengambil sebuah keputusan, demi kebaikan bersama.

“Aku akan membuat surat perjanjian kontrak, di sana akan tertulis jika kita menikah hanya karena keuntungan satu sama lain. Kamu menikahiku demi menyelamatkan harga diriku, dan aku menikahimu karena akan membayarmu. Kita tentukan jangka waktu pernikahan ini, setelah waktunya habis, kita bisa bercerai dan kamu bisa menikahi gadis yang kamu sukai,” ujar Ayana memberikan ide. Bahkan dia langsung mengambil ponsel untuk menghubungi pengacara agar membuatkan surat perjanjian kontrak dengan Deon.

Deon sangat terkejut mendengar ide yang diucapkan Ayana, meski dia terpaksa menikahi wanita itu, tapi tidak dipungkiri juga jika Deon tertarik sebab Ayana cantik dan memiliki tubuh seksi, meski usianya tidak muda lagi. Namun, lagi-lagi Deon berusaha menepis pikiran itu, entah kenapa sejak melihat dan bahkan tanpa sengaja bersentuhan dengan Ayana, membuat pikiran-pikiran negatif muncul di kepala.

“Terserah, apa yang hendak kamu lakukan. Jika memang itu yang terbaik, aku akan menerimanya,” balas Deon kemudian, masih memalingkan wajah dan tidak ingin menatap Ayana lagi.

Ayana sedang mengirimkan pesan ke pengacaranya, hingga tatapan tertuju ke Deon yang masih tidak menatapnya. Bagi Ayana, Deon kecewa karena harus menikah dengan wanita tua sepertinya.

“Kamu bisa menambahkan syarat yang kamu inginkan, setelah surat perjanjian kontraknya dibuat. Tapi aku harap kamu tidak membeberkannya ke siapapun,” kata Ayana yang baru saja selesai mengirim pesan ke pengacaranya.

“Ya,” jawab Deon singkat.

“Kamu masih kuliah, ‘kan? Aku akan membayar biaya kuliahmu, selama kita masih terikat kontrak pernikahan,” ujar Ayana merasa bertanggung jawab, sebab sudah membuat pemuda itu terikat dengannya.

“Tidak usah, aku masih bisa membiayai kuliahku dengan kerja paruh waktu,” tolak Deon tegas.

Ayana terkejut mendengar penolakan Deon, tapi akhirnya tidak memaksa jika Deon tidak mau.

“Baiklah kalau kamu tidak mau. Aku akan mandi dulu,” ucap Ayana kemudian.

Ayana berdiri karena ingin ke kamar mandi, tapi saat akan melangkah, kakinya menginjak bagian depan gaun yang memang menyapu lantai, membuat Ayana limbung ke depan.

Deon terkejut melihat Ayana yang akan jatuh, hingga dia pun dengan sigap menangkap tubuh Ayana dan merengkuh pinggangnya, sampai akhirnya tidak jadi jatuh.

Ayana begitu syok karena hampir jatuh lagi, bahkan dadanya berdegup dengan sangat cepat. Dia masih dalam rengkuhan Deon, terdiam sesaat sambil mengatur napas karena kepanikannya sendiri.

**

“Apa? Apa maksudmu?” Reynaldi sangat terkejut ketika dihubungi temannya dan menyampaikan kalau Ayana menikah hari itu.

“Iya, Ayana jadi menikah. Kupikir kamu mempelai prianya, ternyata bukan,” kata teman Reynaldi yang menghubungi lewat telepon.

Reynaldi lantas mengepalkan telapak tangan erat mendengar ucapan temannya.

“Siapa pria yang menikahinya?” Rey sangat geram, sebab Ayana malah menikahi pria lain.

“Ada apa, Rey? Benar kamu tidak jadi menikahinya? Padahal kalau kamu menikahinya, kamu bakal untung banyak. Bisa dipromosikan jadi direktur utama, juga punya istri seksi. Ya tidak masalah umurnya lebih tua, yang penting bodynya bohay,” cerocos teman Rey dari seberang panggilan.

“Diam kamu, berisik!” Rey kesal dan langsung mengakhiri panggilan itu. Dia geram sebab Ayana malah menikah dengan pria lain.

“Sialan, siapa yang menikahinya?”

Rey mencoba mencari informasi, hingga banyaknya pesan dari rekan bisnisnya masuk, membuat Rey frustasi sebab mereka menanyakan kebenaran jika Ayana menikah dengan pria lain.

[Kamu bilang akan menikah dengannya, tapi ini apa? Dia menikah dengan pria lain. Tampaknya aku batal bekerjasama denganmu.] Salah satu rekan bisnis Rey mengancam tidak akan melanjutkan tanda tangan kontrak kerja, sebab Rey gagal menikah dengan Ayana.

[Padahal aku berharap banyak kamu bisa menikahinya, hingga kerjasama kita nantinya akan semakin lancar, tapi ternyata memang tidak baik berharap pada orang. Apalagi orang itu tidak bisa dipercaya.] Lagi, rekan bisnis Rey mengungkap kekecewaan akibat gagalnya Rey menikah dengan Ayana.

“Sialan!” Rey melempar ponselnya karena geram.

Dia mengacak-acak rambutnya, merasa sial karena ketahuan bermesraan dengan Abigail, lantas pernikahannya gagal. Banyak rekan bisnis yang hendak bekerjasama, saat tahu Rey akan menikah dengan Ayana, sebab tahu seberapa besar perusahaan Ayana dan pengaruh keluarga wanita itu di dunia bisnis. Kini impiannya harus dikubur dalam-dalam, karena kecerobohannya sendiri.

“Tidak bisa, aku harus membuat Ayana dan pria itu bercerai. Aku tidak akan membiarkan Ayana mendapatkan pria selain aku!”

Comments (8)
goodnovel comment avatar
yasri rao
makin penasaran dengan kelanjutan nya
goodnovel comment avatar
Sari 💚
Ternyata Satria membuat 3 jenis kebohongan demi mengambil untung .... ckkcck Reynaldi ga tau diri banget, memang untunglah ketahuan dia selingkuh jadi Ayana bisa gagal nikah sama dia
goodnovel comment avatar
Tuti Amaliyah
Lah salah sendiri kamu mainya kurang cantik Rey
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status