Share

Bab 5

" Rian.... Apa yang kamu lihat ke pintu ? Di sana tidak ada siapa-siapa !" 

" Ha......a....a... " Jawab Rian Terbata-bata "

" Dasar aneh " ucap dalam hati zeira." Tuan Rian saya kesini......." Dia belum selesai berbicara, tetapi Rian sudah menjawabnya. " Ya saya tahu, kamu masuk bekerja mulai jam 8 malam sampai jam 4 pagi, tugasmu di bagian kasir, Vivi akan mengajari kamu "

" Baik tuan Rian " ucap Zeira dengan senyum 

" Waktu itu kamu memanggil saya Bapak, sekarang Tuan. Apa tidak ada panggilan yang lain ? Tetapi sekarang kamu sudah bekerja di sini jadi kamu sudah bisa memanggil saya Bapak. "

" Baik bapak Rian "* waktu itu dia marah dipanggil Bapak sekarang malah meminta dipanggil bapak, benar-benar aneh *. Ucap dalam hati zeira, tetapi dia tetap menunjukkan senyum di bibirnya kepada Rian.

" Kamu bisa pergi. Ingat jam 8 jangan sampai terlambat".

" Baik pak Rian, permisih " Zeira berjalan menuju pintu dan meninggalkan ruangan itu.

Sepanjang perjalanan Zeira berpikir tentang janjinya kepada supervisornya. Dia tadi sudah berjanji akan lembur 1 Minggu ini. " Bagaimana ini, aku harus bekerja mulai malam ini dan seterusnya di Bar untuk membayar utang ayah, apa yang harus aku katakan kepada ibu supervisor ?" Dia bertanya kepada dirinya sendiri.

Ojek yang ia tumpangi telah sampai di depan pagar rumah kontrakannya, ia melihat rizal sedang berdiri di depan pintu melihat kearah dirinya " mengapa ayah berdiri di sinih ?" Tanya Zeira kepada Rizal. 

" Tida ada apa-apa putriku " ayah tadi mendengar suara motor, karena itu ayah berdiri di sinih. Ayo kita masuk "

" Apa ayah sudah makan dan meminum obat "

" Sudah " ucap Rizal dengan singkat, hal itu membuat Zeira melihat kearah Rizal, karena ayahnya tidak biasa berkata dengan singkat.

" Ada apa dengan ayah ? Apa ayah sakit ?, Apa kita perlu ke dokter lagi ? "Tanya Zeira dan mendekat kepada Rizal.

" Tidak sayang. Ayah baik-baik saja, saya hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, supaya bisa membantu kamu untuk membayar utang yang ayah perbuat ".

" Jangan pikirkan itu, yang Terpenting ayah sembuh dulu, besok saya akan membantu ayah untuk mencari pekerjaan. Saya istirahat dulu karena nanti malam saya sudah mulai bekerja di Bar itu".

Rizal kaget mendengar ucapan Zeira. "apa itu benar ?"

" Iya, saya yang meminta bekerja di sana, jika tidak ? Bagaimana kita bisa membayar utang sebanyak itu ?" Ucap Zeira dengan mata yang berkaca-kaca.

" Maafkan ayah putriku, ini semua karena ayah "

" Sudalah ayah, mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi, saya kekamar dulu " Zeira masuk kedalam kamarnya dan meninggal kan Rizal di ruang tamu.

*********

Waktu menunjukkan pukul 5 Zeira Terbangun dari tidurnya, dan memulai menyiapkan makan malam untuk ia dan ayahnya, setelah itu mereka makan malam bersama.

" Ayah saya akan pulang pukul 4 pagi, aku berharap ayah tidak pergi dari rumah," ucap Zeira karena takut ayahnya akan membuat masalah lagi. 

" Baik putriku"

Mereka pun menyelesaikan makan malamnya dan zeira berangkat bekerja tepat pukul 7 malam. Jarak dari tempat tinggalnya ke Bar tidak begitu jauh hanya butuh waktu 30 menit, tetapi dia sengaja berangkat lebih awal, supaya tidak terlambat.

Setelah dia sampai di Bar, Vivi sudah menunggunya di depan pintu " hai... Kamu sudah datang ?" Ucap Vivi dengan tersenyum lebar 

" Bagaimana kamu tahu, kalau aku akan kesini ?" Tentu saja dia bingung karena dia belum memberi tahu Vivi kalau dia akan bekerja di Bar itu.

Vivi tersenyum " tentu saja aku tahu, sebab tadi pak Rian menghubungi aku, untuk mengajari kamu bagaimana cara kerja kasir "

" Oooooo" jawab singkat Zeira 

*

*

*

*

*

Komen (2)
goodnovel comment avatar
amymende
baik putriku, bego
goodnovel comment avatar
Agus Roma
wanita harus bersaing dengan temannya sendiri
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status