Share

SG 02

Ketiga sahabatnya itu saling pandang lalu kemudian tergelak tawanya. Mereka semua tahu bagaimana Reyhan sangat patuh pada mamanya. Jadi tidak heran jika Reyhan melakukan pekerjaan sampingan itu tanpa sepengetahuan dari sang Mama.

Perlu di ketahui jika Reyhan adalah ahli komputer dan juga programmer. Ia mampu menemukan orang yang sulit di cari sekalipun asal orang itu masih menggunakan jasa internet. Kemampuannya tidak perlu di ragukan lagi, kehebatannya tak lepas dari pengaruh papanya yang juga ahli dalam bidang yang sama. 

Dari kecil Reyhan sudah terbiasa dengan benda yang bernama komputer atau sejenisnya. Bahkan karena hal itu juga membuat Reyhan sangat menyukai bidang komputer. Dengan mendapat bimbingan langsung dari papanya, membuat keahlian Reyhan sudah setara dengan hacker dan programmer profesional. 

"Sorry, aku tadi hanya khawatir saja. Kamu tahulah bagaimana perjuangan Alex demi bisa mendapatkan proyek ini." ucap Benny menepuk bahu Reyhan. 

Lalu ketiganya mulai berbincang santai setelah masalah Alex teratasi. Mereka bercanda satu sama lain seperti biasanya. 

"Apa di antara kalian ada yang bernama Reyhan?" tanya seseorang dengan mengenakan setelan jas hitam yang sangat rapi, menginterupsi perbincangan mereka. 

Mereka saling pandang, "Namaku Reyhan. Kamu siapa? Apa kita saling kenal sebelumnya?" tanya Reyhan. 

Lelaki itu tersenyum. "Perkenalkan namaku, Andi. Orang yang mengirimkan email semalam untuk proyek kerjasama DOS (detect of secret)." ucap orang itu. 

Mendengar itu Reyhan terkejut bahkan sampai tersedak minumannya sendiri. Dengan segera ia membenahi duduknya, dan mempersilahkan orang itu untuk duduk di kursi yang ada di depannya.

"Silahkan duduk."

Reyhan tidak menyangka akan secepat itu bertemu dengan orang yang memberikan pekerjaan sampingan untuknya. Ia pun melirik kearah tiga sahabatnya yang menatapnya tak mengerti dan penuh tanya itu. 

"Silahkan dilanjutkan obrolannya, kami bertiga permisi." ucap Alex dengan sopan sambil menyikut lengan Benny dan juga Bagas.

Mereka bertiga seakan paham dengan isyarat yang di berikan oleh Reyhan, maka dari itu ketiganya beranjak dari tempat itu menuju ke arah pantry. 

"Kalian berdua kenal nggak sama orang itu?" tanya Benny pada kedua sahabatnya itu sambil dagunya menunjuk kearah meja tempat Reyhan sedang berbincang dengan lelaki asing yang tadi mengaku bernama Andi.

Karena memang kini ketiganya sedang berada di meja panjang yang biasa di pakai untuk para karyawan menyiapkan minuman dan juga makanan dari dapur yang sudah siap saji. Meja panjang itu juga menyatu dengan mesin kasir. 

"Ck, kalian kayak nggak tahu aja apa pekerjaan tuh bocah. Ketemu orang asing udah biasa kan, bagi dia?" jawab Bagas sambil sibuk menyiapkan minuman untuk orang yang menjadi topik perbincangan mereka. 

"Iya aku tahu, tapi lihatlah pakaian orang itu." sahut Benny lagi. "Kelihatannya ini bukan proyek sembarangan, dari gaya pakaian orang itu kelihatan kalau ini proyek besar untuk, Rey."

"Bisa jadi, Ben. Kemampuan sohib kita itu tidak perlu di ragukan lagi. Sepertinya akan banyak yang meminta jasa dia untuk melindungi data-data penting. Contohnya seperti aku tadi, kalau tidak ada Rey. Habislah proyek ratusan juta itu amblas tak bersisa." ucap Alex.

"Nah bener kata si Alex, Ben. Melihat kemampuan Rey, tidak menutup kemungkinan dia akan sangat terkenal di kalangan pebisnis untuk mengamankan data-data mereka supaya tidak di curi para hacker dari lawan bisnisnya. Bahkan siapa tahu aja suatu saat nanti sohib kita di lirik anggota cyber crime untuk mencari para penjahat yang sering buat resah di dunia maya. Bener nggak, Lex?" ucap Bagas. Lalu ia mulai berjalan menjauh meninggalkan kedua sahabatnya untuk mengantarkan minuman ke meja Reyhan dan Andi.

Alex hanya mengangguk sebagai jawaban. Sedangkan Benny masih memperhatikan interaksi antara Reyhan dengan orang asing itu dari balik meja panjang tersebut. Entah kenapa perasaan Benny mengatakan bahwa lawan bicara Reyhan adalah orang yang sangat berbahaya. 

Pekerjaan Reyhan yang sangat pandai dalam bidang komputer, tidak jarang membuatnya bertemu dengan orang-orang misterius. Salah satunya lelaki yang kini mengaku bernama Andi yang ada di depannya saat ini. Nama Reyhan terkenal karena dirinya ikut tergabung dalam komunitas tersembunyi yang memang semuanya ahli dalam bidang komputer ataupun programmer.

Tapi yang membuat Reyhan terkejut bukanlah karena komunitas tersebut, melainkan bagaimana Andi dapat menemukan dirinya di dunia nyata. Sedangkan selama ini Reyhan selalu rapi menyembunyikan jati dirinya. Di balik nama R_C Zero1, Reyhan menerima beberapa pekerjaan sampingan selama ini. 

"Kamu tidak perlu takut kalau data diri kamu akan terbongkar, saya jamin selama kamu pandai merahasiakan semua tentang proyek DOS (detect of secret) dari orang terdekat kamu sekalipun. Maka semua akan berjalan aman, termasuk dengan keamanan kamu sendiri." ucap Andi seperti sedang memberi peringatan kepada Reyhan. 

Setelah berbincang beberapa saat, tidak terlihat kecanggungan diantara keduanya. Bahkan diawal pertemuan tadi, Andi yang memakai bahasa formal. Kini sudah tidak memakainya lagi. 

Reyhan mengerutkan keningnya, "Anda mengancam saya?" tanya Reyhan seperti paham akan arah pembicaraan Andi. Namun wajah Reyhan tidak mengisyaratkan rasa takut sedikitpun. Ia terlihat tenang walau di dalam hatinya merasa gentar dengan ancaman tersebut.

Andi tertawa kecil, "Ini hanya peringatan kecil untuk orang yang bekerjasama dengan kami. Tapi aku yakin Tuan Reyhan, atau mungkin aku bisa memanggil dengan sebutan nama Reyhan saja, karena sepertinya usia kamu masih sangat muda. Akan sangat memahami aturan mainnya, bagaimana cara bekerja di dunia yang kamu tekuni saat ini." jelas Andi. 

Reyhan mengulas senyum tipis kearah Andi. "Dan saya juga mengerti akan satu hal, tidak ada yang berani memberikan saya pekerjaan itu jika dia tidak percaya akan kemampuan saya." ucap Reyhan dengan sangat percaya diri. 

Andi tergelak tawanya mendengar jawaban Reyhan yang sepertinya tidak mengenal rasa takut sedikitpun akan ancaman darinya. "Aku percaya akan kemampuan kamu anak muda. Maka dari itu aku menemuimu secara pribadi ketempat ini." ucap Andi. 

Reyhan mengambil gelas minumannya di atas meja, lalu ia meminum sisa minumannya yang tadi belum habis. "Sekarang katakan. Pekerjaan macam apa yang membuat tuan Andi repot-repot datang menemui saya disini." ucap Reyhan kemudian meletakkan gelas minumnya di atas meja. 

Wajah Andi berubah menjadi serius saat mendengar pertanyaan dari Reyhan. Ia lalu mengambil laptop dari dalam tas hitam miliknya, "Aku hanya ingin kamu membobol dan mengambil semua data penting dari organisasi ini." ucap Andi sambil memperlihatkan sebuah lambang dari sebuah organisasi di layar laptopnya. 

Bukan hanya lambang organisasi saja yang Andi tunjukkan pada Reyhan. Melainkan juga beberapa dokumen di dalam sebuah amplop coklat yang ia berikan pada Reyhan sebagai bahan pelengkap untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Reyhan mengerutkan keningnya, ia gusar apakah akan mengambil job tersebut atau tidak. Dari data yang ia baca, sepertinya ini bukan organisasi sembarangan. "Apa jaminan untuk saya jika saya bisa selesaikan tugas ini?" 

"Akan kuberikan apapun yang kamu inginkan." jawab Andi tanpa ragu.

"Apapun yang saya inginkan? Apa tuan yakin?" 

"Ya, tentu aku sangat yakin dengan ucapanku anak muda. Tapi jika kamu tidak mampu menyelesaikan pekerjaan ini. Jangan harap kamu akan lolos dariku. Bahkan nyawamu sekali pun sudah ada didalam genggamanku." ucap Andi dengan tatapan mata penuh ancaman pada Reyhan. 

Reyhan mengangkat sebelah alisnya dan melihat kearah Andi, ia tak percaya bahwa lelaki didepannya itu berani terang-terangan mengancamnya. "Saya semakin penasaran data seperti apa yang anda inginkan dari organisasi itu. Sehingga anda sampai berani menjadikan nyawa saya sebagai sebuah ancaman." ucap Reyhan yang kemudian membaca dokumen yang ada di tangannya.

"Sudah aku katakan ini hanya peringatan kecil untuk memastikan bahwa aku tidak salah memilih orang untuk bekerjasama. Dari beberapa yang aku temui, baru kamu yang usianya masih sangat muda dan masih duduk di bangku sekolah." ucap Andi yang kemudian mengambil sebatang rokok, dan mulai menyalakan api untuk membakar ujungnya.  

Reyhan tersenyum, "Dan anda mengancam seorang pelajar seperti saya?" sarkas Reyhan. 

"Itu bagian dari tugasku. Keamanan data yang kamu ketahui adalah kunci dari semua itu. Jika data itu bocor, maka nyawa kamulah taruhannya." ucap Andi yang setengah berbisik kearah Reyhan. 

Lagi-lagi Reyhan mengangkat sebelah alisnya dan menatap kearah Andi. Kenapa pekerjaan kali ini sepertinya sangat berbahaya? Apa sebenernya pekerjaan Andi? Dan dunia macam apa yang digelutinya? Karena bagi Andi sepertinya nyawa bukanlah hal yang paling berharga. 

Bersambung ...

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status