Share

Menjual Aset

“Biasa. Lagi datang tamu bulanannya.” Syukurlah terpikir jawaban yang pas.

“Oh, pantesan,” ucapnya singkat.

Tak ada basa-basi lagi antara aku dengannya. Kesakitan ini membuatku di berubah sedemikian cepat, sehingga menimbun cinta yang ada.

Pandanganku hanya terpampang sesuatu yang negatif saja. Terlebihsetelah mendengarkan obrolan mas Mirza dengan Hesti.

Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan diri. Sangatnyaman di kamar sendiri. Namun, sepertinya aku takkan lama menempati rumah inilagi.

Tiba-tiba mataku memanas, lalu basah oleh air mata. MasMirza masuk dengan menenteng tas. Aku langsung menelungkup untuk menghindaritatapannya.

Mas Mirza berpamitan ke luar. Katanya mau melihat ruko yangakan dia beli. Biarkan saja. Mungkin dia bakal marah setelah ini karena Lian aku perintahkan membatalkan pembelian.

Aku meraih ponsel, lalu melakukan panggilan dengan Lian.

“Halo, jadi bertemu? Sekarang saja, mumpung aku lagi di luar.]

Suara bising, mungkin Lian berada di pusat keramaian.

“Berisik
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ruqi Ruqiyah
hehehehe sangat menarik ceritanya saya suka....lanjuttt thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status