Share

bab 22. Langsung Ditalak

Dan lelaki itu tercekat saat melihat Titin dan Dimas masuk ke dalam salah satu kamar hotel.

Larsono hanya bisa menatap dari kejauhan. Lalu sebuah ide melintas di benaknya.

Dengan cepat Larsono mengeluarkan ponselnya dan merekam Titin yang masuk ke dalam kamar hotel.

Larsono merasa hatinya sakit bukan main. Dengan menghela nafas dan berusaha menenangkan hatinya, lelaki itu mendekat ke arah pintu hotel. Ditempelkan telinganya ke pintu kamar hotel tersebut, berharap mendengar suara yang bisa dijadikan bukti. Tapi nihil, tidak terdengar suara apapun dari pintu yang terkunci itu.

Sementara itu Titin yang sudah ada di dalam kamar dengan Dimas, segera meletakkan Febi ke ranjang kamar hotel. Lalu memeluk Dimas dengan erat.

"Apa tidak ada yang curiga dengan kepergianmu kesini?" tanya Dimas.

Titin menggeleng. "Nggak ada. Aku sudah minta ijin untuk ketemu sama teman SMA. Dan suamiku yang bodoh itu percaya." Titin tersenyum lalu meraih tengkuk belakang Dimas. Mendekat kan bibirnya ke bibir
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status