Share

bab 23. Menolak Permintaan Titin

"Waalaikumsalam, mbak Nai, apa aku bisa minta tolong?"

"Kamu ..,"

"Aku Titin, Mbak! Tolong aku!"

Naimah terdiam. Dia melihat jam yang menempel di dinding kamarnya. Sudah jam 1 malam.

"Mbak, mbak? Kamu kok diam saja, Mbak? Aku butuh pertolongan kamu!"

Naimah menghela nafas. "Kamu pikir sekarang jam berapa, Tin? Ini sudah tengah malam. Aku tidak mungkin ke kontrakan kamu. Bahaya untukku."

"Tapi mbak, Febi sakit! Aku harus bagaimana?" tanya Titin panik.

"Lha emang kemana suami mu?"

"Aku, aku sudah ditalak oleh mas Larsono, Mbak."

"Kok bisa?" tanya Naimah kaget. Titin ingin menceritakan hal yang sebenarnya tapi dia takut kalau Naimah menjadi semakin benci dan tidak mau menolong nya.

"Ceritanya panjang, Mbak. Sekarang kumohon tolong aku! Aku sendirian di rumah. Febi panas dan muntah-muntah. Aku harus bagaimana, Mbak?" tanya Titin semakin panik.

"Apa ini pertama kalinya Febi panas setelah dia lahir?"

"Nggak Mbak, dulu setelah Febi imunisasi, Febi selalu panas. Tapi selalu reda setelah m
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status