Share

28. Doni

"Bagaimana keadaan Ririn, Ma?" 

"Ya Allah, Arya. Kamu kenapa lama sekali?" 

"Ponsel saya kecopetan, Ma. Setelah terima telepon dari Mama."

"Itulah namanya kualat, menyia-nyiakan istri sah," omel Bu Rosa, sedangkan Arya hanya diam saja, tak menimpali ucapan mertuanya.

"Kata dokter bagaimana kondisi Ririn?" tanya Arya mengalihkan.

"Kata dokter, istri kamu gak boleh stres. Tadi langsung disuntik, makanya reda teriak-teriaknya dan sekarang bisa tidur."

"Alhamdulillah, sukur deh Ma." 

"Cepat sana lihat Ririn! Mama mau ke kantin, lapar. Kamu mau Mama belikan makan?"

"Tidak usah, Ma. Nanti saja."

Arya mendekat ke arah ranjang istrinya yang nampak terlelap. Arya mengusap rambut istrinya dengan perlahan, tak ada pergerakan dari Ririn, itu tandanya sang istri sangat lelap. Tak ingin membangunkan, Arya memutuskan berjalan menuju sofa. Ponsel Laili yang baru ia belikan, ternyata tertinggal di kamar Laili, sebelum ke rumah saki

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status