Share

Dilema Airin

Pagi-pagi sekali, Airin telah bersiap untuk menuju hotel The Garden seperti yang ditunjukkan Glenn Bagas. Ia telah memesan ojek online sebelumnya, tinggal berpamitan pada ibunya dan menunggu di depan rumah. 

“Bu, Airin pamit keluar dulu, ya?” Airin mengetok pintu kamar ibunya, mendekati beliau yang masih mengenakan mukena dan tasbih di genggaman. Airin meraih punggung tangan ibunya dan menciumnya. 

“Mau kemana sepagi ini, Nduk?” tanya perempuan paruh baya itu keheranan. Tak langsung menjawab, Airin hanya tersenyum. Tapi, tentu wanita yang melahirkannya itu dapat menangkap kegelisahan di wajah putrinya. Naluri ibu selalu lebih kuat.

“Ada apa? Kamu ada masalah lagi sama Bayyu?” Isyarat tangan ibunya menahan Airin untuk duduk di sebelahnya dan mau tidak mau membuat Airin bercerita. Airin sudah terbiasa terbuka untuk masalah apapun kepada ibunya. 
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (2)
goodnovel comment avatar
silvia siwi
Semoga Kakak lebih kuat dari Airin. Saya doakan semoga rumah tangga Kakak dalam keadaan baik-baik saja dan diberkahi Yang Maha Kuasa.
goodnovel comment avatar
imwidiyanti
Aku baca cerita ini kaya dejavu karena kisahnya sama persis sama yg di alami Airin.Dan paham kl keputusan yg diambil kita harus menjalani sampai akhir, walaupun hati hancur berkeping2 harus tetap sabat menjalani.Hanya kekuatan doa yg akan menyelesaikan semua walau butuh pengorbanan yg gak sedikit.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status