Share

S2-22

"Gugurkan kandungan itu!" ucap Shaka tegas.

Almaira membelalak. Dia refleks melindungi perutnya menggunakan kedua tangan. "Tidak."

"Aku tidak menginginkannya!"

"Tapi aku menginginkannya. Dia anakku. Anak kita."

Shaka mengetatkan rahang. Padahal dia sudah vasektomi. Vasektomi memang tidak 100% mencegah kehamilan. Tahu begini Shaka akan tetap memakai pengaman.

"Kamu harus menggugurkannya, Sayang." Shaka mendekati sang istri.

Almaira langsung mundur beberapa langkah sambil terus melindungi perutnya. "Tidak! Aku bukan pembunuh. Aku tidak mau membunuh anakku sendiri."

"Al, mengertilah."

Almaira menggeleng. Air mata berkejaran jatuh ke pipinya. "Kak Shaka yang seharusnya mengerti."

"Aku tidak ingin ada orang ketiga di antara kita."

"Dia darah daging Kak Shaka!" Almaira menjerit.

"Aku tidak peduli, Sayang. Aku hanya mencintai kamu."

Pria itu kembali melangkah mengikis jarak. Almaira
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status