Share

Bab 44

"Pak Bimo enggak hadir sidang beberapa kali jadi pengadilan mengeluarkan putusan verstek. Semisal mantan suami Mbak Wendy tidak mengajukan banding, putusan tersebut berkekuatan hukum tetap dan tidak bisa diganggu gugat," jelas Putu.

"Makasih, Pak atas bantuannya," kata Wendy melalui sambungan telepon. "Suratnya dikirim melalui pos saja ya, Pak!"

"Baik."

Setelah memutus panggilan dengan pengacara, Wendy tertegun beberapa saat di dalam rumah kontrakannya seraya merangkul lengan. Mengamati ke arah teras yang ditumbuhi tanaman hias, pikiran Wendy justru kosong. Padahal seharusnya dia berbahagia sudah terlepas dari jerat pesona lelaki itu. Namun, kenapa malah sebaliknya? Kenapa jiwanya seperti terisap oleh mesin raksasa menyisakan raga? Ada sesuatu yang hilang tapi tidak dapat didefinisikan Wendy. Dia berusaha mencari-cari kata yang pas untuk menggambarkan suasana hatinya.

Nihil.

Dia bingung dengan perasaannya sendiri, memaksa bibir untuk mengulum senyum pun tak bisa. Bukankah ini yang di
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status