Share

Tiga

"Gue pengen bakso beranak dimana ya?" Tanya Ardan.

"Di tukang bakso lah!" Seru Kenzo.

"Bukan, bakso beranak di dalam mangkuk." Ucap Arya.

"Gak sekalian di rumah sakit?" Tanya Kenzo.

"Iya juga ya. Soalnya bakso beranak lahirannya di sesar." Celetuk Arya.

"Karena gobloknya masuk ke jantung. Jadilah kepompa ke seluruh tubuh." Ucap Alvin.

Alvin dan ke tiga temannya berjalan di koridor sekolah. Kenzo asik menggoda para gadis yang melewati mereka.

"Hai cantik," ucap Kenzo pada gadis yang melewatinya.

"Bisa gak sih lo sehari aja gak usah jelalatan matanya?" Tanya Ardan.

Kenzo menggelengkan kepalanya," mata gue setiap hari harus liat cewek cantik. Jadi gak bisa." 

"Halo neng. Mau Aa anterin Sampai kelas ga?" Tanya Kenzo menghadang jalan Alin.

"Gak. Terimakasih," ucap Alin jutek.

Alvin yang tengah sibuk pada handphone nya langsung mengangkat kepalanya melihat Alin yang digoda oleh Kenzo.

"Ekhem!" Ardan berdehem saat melihat tatapan mata Alvin kearah Kenzo.

Lantas Kenzo menoleh kearah belakang dimana Alvin berdiri. Kenzo cengegesan lalu memberikan jalan untuk Alin.

Alvin memajukan kakinya menjulur kedepan.

Bruk!

"Aw!" Ucap Alin kala dirinya terjatuh karena tersandung kaki Alvin.

Cowok itu berjongkok mendekat kearah Alin.

"Kalo liat gue nyapa," bisik Alvin di telinga Alin.

Alin tidak mendengarkan ucapan Alvin. Gadis itu bangkit dari jatuhnya hendak melanjutkan langkanya.

Dengan cepat Alvin menjulurkan kakinya lagi membuat Alin tersandung kedua kalinya.

Gadis itu meringis kala lututnya keluar darah.

Dengan segera Alvin menggendong Alin ala bridal style.

"Turunin gue!" Tolak Alin yang di hiraukan oleh cowok itu.

"Gue ke UKS dulu," ucapnya Lalu berjalan pergi.

"Gila si Alvin. PDKT nya pakai cara kasar." Ucap Kenzo.

"Bukan maen!" Seru Arya.

"Makannya jangan maen maen." Sahut Ardan berjalan meninggalkan mereka.

"Kemana?" Tanya Kenzo.

"Rumah sakit."

"Ngapain?" Ucap Arya.

"Mau jenguk anak bakso. Katanya udah melahirkan, anaknya juga sehat," ceplos Ardan.

"Bego nya melawan hukum alam!" Teriak Kenzo.

________________

Alvin mendudukkan Alin di atas ranjang UKS. Lalu cowok itu berjalan kearah lemari mengambil alkohol dan kapas.

Berjongkok di hadapan Alin mengobati lutut gadis itu. Dengan refleks Alin membenarkan roknya.

"Santai kali gue gak mau mesum," ucap Alvin lalu mulai membersihkan luka itu.

Alin hanya diam memperhatikan.

"Nah diem gini kan gue seneng liatnya,"

"Karena dengan cara kasar gue bisa deketin lo. Akan gue lakuin. Makanya lo jangan nolak gue." Ucap Alvin.

"Lagian lo sekarang udah jadi pacar gue. Gue bebas ngatur-ngatur lo."

Alin hendak berbicara namun dipotong oleh Alvin.

"Kemarin gue bilang kalo si Aldi dibawa ke rumah sakit lo jadi pacar gue. Dan lo setuju, gak boleh ingkar janji." Ucap cowok itu seolah tau apa yang akan diucapkan Alin.

Alin menghela nafasnya pasrah. Terlihat Alvin selesai mengobati lukanya.

"Selesai," ucap Alvin berdiri dari jongkoknya.

Gadis itu melihat lututnya yang telah di obati," makasih."

Alvin menangkup wajah Alin supaya menatapnya. Laku mengusap lembut bibir ranum gadis itu membuat Alin merinding.

"Emm, kak." Panggil gadis itu.

"Hm?" Jawab Alvin sambil menyelipkan anak rambut di samping telinga Alin.

"Gue laper belum sarapan dari rumah," alibi gadis itu sambil memegang perutnya.

Raut wajah cowok itu berubah," kenapa gak sarapan? Oke, kalau begitu gue beliin dulu. Lo duduk disini tunggu sebentar."

Alin mengangguk. Lalu Alvin pergi berjalan keluar menuju kantin sekolah setelah mengusap puncak kepala Alin.

Gadis itu memegang rambutnya yang diusap Alvin.

"Lo baik. Cuma galak sama posesif banget." Gumam gadis itu.

"Maaf ya kak gue bohong. Gue izin kabur," ucapnya lalu berjalan keluar dari UKS dengan langkah telatih nya.

Dia ingin menghindari kakak kelasnya itu satu hari saja. Ya, dia akan bolos sekolah hari ini. Dengan tas yang masih di gendongannya gadis itu berjalan kearah gerbang sekolah.

"Mau kemana neng?" Tanya pak satpam.

"O-oh anu pak, saya mau ambil buku di rumah soalnya ada yang ketinggalan." Alibi Alin.

"Kalau begitu telepon mamahnya atau siapa, suruh anterin bukunya neng." Ucap Satpam itu.

"Orang rumah udah pada berangkat kerja pak," cengir Alin mencoba tidak gugup.

Satpam itu mencoba mengerti," ya udah atuh neng. Hati-hati ya. Tapi udah izin ke gurunya kan?"

"Udah pak." Balas Alin lalu berjalan meninggalkan sekolah itu setelah berpamitan pada satpam itu.

_______________

"Gue dat-" Alvin menghentikan ucapannya kala UKS itu kosong. 

"Alin?" 

"Alina?" Panggil Alvin mengecek setiap penjuru ruangan itu.

Alvin berpikir sejenak," sialan!" Umpatnya lalu berlari

Keluar mencari gadisnya.

_____

"Cari siapa kak?" Tanya salah satu murid 10 MIPA 2 kala Alvin tiba-tiba saja memasuki kelas itu tanpa permisi.

"Alin ada?" Tanya Alvin.

"Enggak ada kak. Belum datang dia dari tadi," jawab murid itu.

"Sepertinya dia tidak sekolah. Soalnya udah mau jam masuk kelas," seru gadis yang duduk di pojok ruangan.

Terdengar Alvin mengumpat beberapa kali lalu tanpa permisi berlari dari kelas itu menuju gerbang sekolah.

___________

"Cari apa Al?" Tanya pak satpam.

"Cari Alin," jawab Alvin dingin.

"Cewek yang lututnya luka bukan?" 

Alvin langsung mengangguk mantap," lo liat? Eh- bapak liat?" Tanya Alvin.

"Kebetulan tadi katanya mau pulang ke rumah ada buku yang ketinggalan. Tapi sampai sekarang mau masuk belum datang juga." Jelas satpam itu.

Alvin mengacak-acak rambutnya kasar.

"Woy Al!" Teriak Arya berlari dari kejauhan menghampiri Alvin diikuti kedua temannya.

"Cari apaan?" Tanya nya.

"Liat Alin ga?" 

"Oh Alin. Tadi gue liat dia naik  taksi sambil gendong tas. Gue kira lo suruh dia pulang dengan keadaan lututnya luka gara-gara lo."  Ucap Arya.

Alvin menendang batu yang ada di sekitarnya frustasi.

"Atau mungkin dia mau jenguk Aldi ke rumah sakit?" Sahut Kenzo.

"Ada benarnya juga sih," setuju Ardan.

"Kalian ikut gue ke rumah sakit," ucap Alvin.

"Eh-eh kalian mau kemana? Masuk kelas, jangan bolos!" Ucap pak satpam.

Alvin memberikan lima lembar uang berwarna merah pada satpam itu. Lalu diangguki oleh satpam itu.

"Dasar satpam mata duitan!" Ucap Arya.

"Cepetan!" Seru Alvin berlari menuju parkiran sekolah.

_____________

Selepasnya sampai di rumah sakit. Mereka ber empat langsung berjalan memasuki ruangan Aldi dirawat.

"Alin mana?" Tanya Alvin to the point sambil membuka pintu itu kasar.

"Untung gue gak jantungan," gumam Aldi.

"Mana gue tau. Alin kan sekolah, kalian salah tempat. Ini rumah sakit," jawab Aldi.

Alvin mengecek seluruh ruangan itu termasuk kamar mandi. Tapi Alin memang tidak ada disana.

"Alin gak ada di sekolah. Dia bolos,kata pak satpam dia mau pulang ke rumah." Ucap Kenzo.

"Serius?" Kaget Aldi.

"Ngapain juga gue jelasin hal yang gak berfaedah," balas Kenzo.

"Kali begitu lo samperin Alin ke rumahnya cepat!" Ucap Aldi khawatir.

"Rumahnya dimana?" Tanya Alvin tak sabar.

"Di jalan mawar. Lo cari aja rumah yang cat nya warna putih." Jelas Aldi.

"Oke. Kalian bertiga tunggu disini. Gue kesana sendiri aja." Ucap Alvin lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

Arya dan keduanya tersenyum senang. Yes! Bolos sekolah.

"Nyengir lo pada," sindir Aldi.

_____________

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status