Share

Chapter 108 Razia

Beberapa hari setelah kejadian direstroan, Abraham tidak pernah pulang kerumah dan menemui Safira di rumahnya Hartawan. Safira hanya mendengus kesal, padahal dia masih menginginkan pria itu meminta maaf padanya, sekedar membujuknya. Saat dirinya sudah bisa menerima, saat itulah dia dicampakkan begitu saja. Sungguh kejamnya dunia.

Disisi lain Abraham mengetuk pintu, ketukkanya semakin keras saat pemiliki rumah, tidak dilihatnya membukakan pintu. Wajah Abraham terlihat kesal, dan ketika hendak mengetuk lagi, seorang wanita keluar dari dalam rumah.

“Hay, akhirnya kamu kamu datang juga. Aku sudah menunggumu.” wanita itu tersenyum membelai dada Abraham, diselingi tatapan genit.

“Kenapa kau, datang kerestoran waktu itu? Bukankah aku sudah memberi, apapun yang kau minta, rumah, mobil, uang, apalagi yang kurang?” Abraham menepis tangan wanita itu dan menatapnya dengan tatapan jengah.

“Aku ingin kau menikahiku Bra...” wanita itu memeluk pinggang Abraham.

“Aku tidak akan menikahimu. Karena
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status