Share

Bab 72

"Kamu meeting nanti jam berapa?" Pras bertanya sambil menyetir mobil. Pagi ini jalanan belum terlalu macet. Setelah subuh tadi, kami langsung berangkat kembali menuju Jakarta.

"Setelah makan siang. Meetingnya di kantorku, kok." jawabku sambil memberi Asi botol pada Pangeran.

"Nanti biar Aku temani!"

"Eh, nggak usah, Pras! Kamu sudah terlalu lama meninggalkan perusahaanmu. Mulai sekarang perusahaan Arief biar aku yang handle. Jika nanti Aku membutuhkanmu, Aku pasti akan hubungi Kamu."

Aku tidak mengatakan pada Pras bahwa yang akan meeting denganku nanti siang bernama Roy dan Levin. Aku juga tidak mau melibatkan Pras disini. Perlahan-lahan Aku harus terbiasa tanpa bantuan pria ini. Dia tak akan selamanya berada diantara Aku dan anak-anak. Tante Sarah pasti akan mencarikan wanita yang memang pantas untuk pria tampan dan mapan sepertinya.

"Sera, kenapa melamun? itu Pangeran susunya sudah habis."

Astaga! Kenapa Aku sampai lalai begini? Sejak Tamte Sarah datang ke Bungalow kemarin, A
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Bundanya Talita Hafizh
sayang bgt om roy gk ikut, klo ikut psti lbih seru.. biar tw tu tante sarah, wanita kampung yg d hina2ny trnyta seorang CEO...
goodnovel comment avatar
Just Rara
nah kagetkan si levin,gmn dgn reaksi si roy klu tau ceo nya si sera?
goodnovel comment avatar
Inka Maulidah
Sedih bgt cepet bgt koin abs
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status