Share

Masa Lalu Qila

"Bunda, Qila kangen Bunda," lirihku sambil terus mengusap air mata yang mengalir di pipi. 

Bagaimana caranya aku mengatakan pada Azka tentang trauma masa laluku itu? Aku takut Azka berpikir, ini semua hanya karena aku ingin menghindar darinya. 

Ya Allah, tolong bantu Qila.

Aku terus saja terisak, hingga tanpa sadar sebuah tangan membelai rambutku dengan lembut.

"Bunda!" seruku dan berbalik. 

"Azka? Sejak kapan kamu di sini?" tanyaku lagi saat melihat Azka sudah duduk di tepi ranjang. 

"Sejak tadi. Aqila, ada apa denganmu? Maafkan aku sudah terlalu memaksamu untuk keinginanku."

"Tidak apa-apa. Bukankah wajar seorang suami meminta haknya pada istrinya? Tapi, a-aku bukan ha-hanya tidak siap. Melainkan ...," ucapku terjeda. 

"Melainkan apa?"

"Azka, maukah kamu mendengar ceritaku? Tapi, aku mohon jangan membenciku setelah ini."

"Tidak mungkin aku membencimu, Qila. Ceritakan saja, aku siap

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status